Pada tanggal 20 Juni 2026, saya berkesempatan mengikuti kegiatan 2nd International Conference of Epidemiology Public Health (ICOEPH) 2026 sebagai Oral Presenter. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro.

Konferensi internasional ini mengangkat tema “Resilient Health Systems in a Turbulent World: Public Health for Equity, Preparedness, and Sustainable Development.” Tema tersebut sangat relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat saat ini, terutama dalam memperkuat sistem kesehatan yang tangguh, adil, siap menghadapi perubahan, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, saya mempresentasikan artikel berjudul “Pesticide Exposure and Health Disorders among Shallot Farmers: A Systematic Literature Review.” Artikel ini membahas paparan pestisida dan berbagai gangguan kesehatan yang berpotensi dialami oleh petani bawang merah. Topik ini penting karena petani merupakan kelompok pekerja yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan bahan kimia pertanian, khususnya pestisida yang digunakan secara rutin dalam proses budidaya.

Melalui pendekatan Systematic Literature Review, kajian ini berupaya merangkum temuan-temuan ilmiah terkait hubungan paparan pestisida dengan gangguan kesehatan pada petani bawang merah. Isu tersebut berkaitan erat dengan bidang kesehatan masyarakat, epidemiologi, kesehatan lingkungan, toksikologi lingkungan, dan kesehatan kerja.

Keikutsertaan sebagai Oral Presenter pada ICOEPH 2026 menjadi pengalaman akademik yang berharga dalam memperluas wawasan, membangun jejaring ilmiah, serta memperkuat kontribusi dalam pengembangan ilmu kesehatan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan keilmuan.

Semoga partisipasi ini dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat fokus riset di bidang kesehatan lingkungan, paparan pestisida, kesehatan petani, dan pencegahan gangguan kesehatan akibat faktor lingkungan kerja, khususnya pada sektor pertanian.